JUMPE BLOGGER JILID IV

Sampai di Resto Sadap sudah ada lima anggota BiB Com. Sambil nunggu yang lainnya, pesan minuman terus ngobrol, kenalan dengan anggota BiB Com yang baru gabung di Kopdar kali ini. Perkiraan aku tadi bener, lagi asik ngobrol, hujan turun, jadi harus pindah ke dalam Resto, tak lama kemudian, Adi pun nongol.
Hujan makin deras, angin, petir sambung menyambung. Konsentrasi Kopdar sepertinya buyar, karena tempias hujan dan kilatan petir yang sambung menyambung ditambah bunyi yang menggelagar. Sudah 3 kali kami pindah tempat duduk, untuk menghindari tempias hujan, di posisi tempat duduk ke-4, berdekatan dengan meja pelayan, dan meteran listriknya. Tiga kali meteran listrik ini disambar petir, dari kecil, sedang, terus sampai ber-api. Pindah lagi tempat duduk. Dan tak lama kemudian hujan mulai reda.
Hasil kopdar kali ini, acara untuk liat sunset pake pompong di undur dulu, ditetapkan Café B&W untuk tempat tongkrongan BiB Com, dan mempercantik tampilan blog BiB Com.
Pulang dari Kopdar, aku dan Adi nabrak kabel telpon, rupanya ada tiang telpon yang tumbang di jalan yang dikenal dengan istilah “Panorama”. Malam harinya di Facebook Jeng Ina tertulis puluhan orang tersambar petir di Tanjung Sebauk.
Kemarin tanggal 25 Maret malam dapat sms dari moderator untuk Kopdar lagi tanggal 26 Maret pagi di Café B&W, tapi karena sudah janji sama keluarga mau berenang, Kopdar Jilid V ini pun tidak bisa hadir, jadi nunggu Kopdar berikutnya.
wah,kisah yang mendebarkan,kopdar jilid iv saya pulangnya nginap di bengkel batu 5 mas,ada juga kilatan api di seberang,Allah Maha Kuasa
BalasHapussory bos,maksudnya jilid 5 hehehe
BalasHapussry broo..aku dah ke lokasi pas itu hujan petir..dan kebetulan aku bawa tamu..jadi di luar jalan aku behenti bentar tengok2 kawan2 yg sudah pada datang hehheh,
BalasHapusTo ALL..sorru juga ga bisa hadir Kopdar Jilid V, karena terlanjur janji sama keluarga, dan info bari diterima malam, jd ga enak hati kalo cancel yang sudah dijanjikan.
BalasHapus