SUNATAN MASSAL

Pagi Minggu itu suara riuh anak-anak memenuhi tenda di halaman parkir Puskesmas Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Tidak ada tampak wajah tegang, semuanya tersenyum senang. Didampingi orang tuanya anak-anak tersebut akan mengikuti Sunatan Massal.

Sesuai hasil dari MAD Sosialiasasi Tahun 2014 yang dilaksanakan pada bulan Februari 2014, disepakati bersama Sisa Hasil Usaha (SHU) Tahun 2013 untuk Kegiatan Sosial adalah Sunatan Massal dan Bantuan Bea Siswa untuk Anak-Anak Yatim-Piatu di Kecamatan Tambelan.

Dari SHU tahun 2013, anggaran kegiatan sosial ditetapkan sebesar Rp. 38.001.000,-, dari dana ini akan dilaksanakan Sunatan Massal dan Bantuan Bea Siswa tersebut. Untuk Pelaksanaan kegiatan disusun Panitia Pelaksana dengan melibatkan KPMD dari masing-masing desa, dan KPMD segera bergerak mencari data anak yang akan ikut Sunatan Massal juga anak Yatim Piatu yang akan mendapatkan bantuan Bea Siswa.

Setelah melalui perundingan dengan pihak Puskesmas disepakati kegiatan Sunatan Massal ini dilaksanakan pada pagi hari Minggu tanggal 15 Juni 2014.

Tepat tanggal 15 Juni 2014, KPMD mulai bertugas sesuai dengan tugas masing-masing yang telah disepakati dalam Rapat Panitia, pihak Puskemas membagi 5 ruang untuk proses Sunatan Massal.

Sekretaris Camat Kec. Tambelan, Bpk. Assun Ani, S.Sos membuka kegiatan ini, dan dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program PNPM Mandiri Perdesaan berjalan baik di Kecamatan Tambelan dan terlihat hasilnya, salah satunya adalah Kegiatan Sosial ini.

Hadir juga Ketua BKAD Kec. Tambelan Bpk. Leo Ananda yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan kesepakatan yang telah ditetapkan di MAD, dan sesuai dengan asas DOUM (Dari Oleh Untuk Masyarakat).

Satu persatu anak yang berjumlah 28 orang dipanggil untuk masuk ruangan, meskipun dilaksanakan di Puskemas, kepercayaan masyarakat tetap dijunjung, ada beberapa peserta yang orang tuanya tetap menginginkan kepercayaan mereka dilaksanakan, selain membawa peralatannya, juga membunyikan petasan.

Dari pagi hingga siang hari Kegiatan ini berjalan dengan sukses dan lancar. Peserta Sunatan Massal juga mendapatkan Kain Sarung, Baju Koko dan Kopiah yang dibungkus rapi dengan logo PNPM Mandiri Perdesaan di tas yang dibawanya.

Selanjutnya......

JEMBATAN LANCANG

Jembatan Lancang tidak mengartikan yang seburuk dari kata Lancang, Lancang sendiri itu merupakan tempat atau wilayah dari Keluruhan Teluk Sekuni Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan. Di Wilayah Lancang banyak terdapat perkebunan masyarakat yang tinggal di Kecamatan Tambelan, salah satunya adalah perkebunan cengkeh, selain itu terdapat jalur aliran pipa air yang menuju wilayah Kelurahan Teluk Sekuni, aliran pipa air ini awalnya adalah dari Pembangunan PNPM-MPd tahun 2008, kemudian di kembangkan Pemerintah Kelurahan dengan dana bantuan Pemerintah Daerah yang pengelolaannya berhasil sampai sekarang.


Mengingat kebutuhan masyarakat serta untuk mempermudah perjalanan masyarakat menuju perkebunan, Pemerintah Kelurahan Teluk Sekuni mengajukan usulan di Musyawarah Antar Desa (MAD Prioritas Usulan) untuk Pembangunan Jembatan Lancang di tahun 2013, usulan ini mendapatkan Prioritas, ditetapkan Pendanaan melalui MAD Penetapan, dengan anggaran Pembangunan Jembatan Lancang sebesar Rp. 290.633.000,- dan swadaya masyarakat sebesar Rp. 4.169.000,-

Pembangunan Jembatan Lancang ini tidaklah mudah, karena letaknya cukup jauh, maka harus menggunakan perahu motor laut untuk mengangkut barang/bahan. Selain itu masyarakat juga harus turun ke rawa-rawa untuk memasang pancang dan juga berendam di laut. Tetapi karena gigih dan niat untuk membangun desa, itu tidak menjadi halangan.

Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Kelurahan Teluk Sekuni, yang merupakan satu-satunya Ketua TPK dari kalangan perempuan di Kecamatan Tambelan, Siti Atikah selalu memantau perkembangan pekerjaan di lapangan, selalu ada di lapangan dan siap menanggung resiko termasuk mencari dana dari pihak ketiga apabila pencairan dana dari PNPM-MP terlambat.

Ketua TPK selalu konfirmasi dengan Fasilitator dalam pelaksanaan kegiatan, selain memberikan laporan kegiatan juga konfirmasi untuk kelengkapan administrasi apa yang harus dipersiapkan untuk mempertanggungjawabkan penggunaan dana kepada masyarakat.

Hasil pembangunan Jembatan Lancang ini sangat memuaskan masyarakat, hal ini terbukti dari antusiasnya masyarakat mengikuti Musyawarah Pertanggungjawaban untuk mengetahui sejauh mana perkembangan pembangunan, dan akhir dari kegiatan ini telah dilakukan Musyawarah Desa Serah Terima (MDST) yang diterima oleh masyarakat.

Selanjutnya......

POSYANDU ANGGREK SEINDAH ANGGREK

Untuk mempercepat terwujudnya masyarakat sehat, yang merupakan bagian dari kesejahteraaan umum seperti yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945, Departemen Kesehatan pada tahun 1975 menetapkan kebijakan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD). Adapun yang dimaksud dengan PKMD ialah strategi pembangunan kesehatan yang menerapkan prinsip gotong royong dan swadaya masyarakat, dengan tujuan agar mayarakat dapat menolong dirinya sendiri, melalui pengenalan dan penyelesaian masalah kesehatan secara lintas program dan lintas sektor terkait.



Pencanangan Posyandu yang merupakan bentuk baru ini, dilakukan secara massal untuk pertama kali oleh Kepala Negara Republik Indonesia pada tahun 1986 di Yogyakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional. Sejak saat itu Posyandu tumbuh dengan pesat. Pada tahun 1990, terjadi perkembangan yang sangat luar biasa, yakni dengan keluarnya Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmandagri) Nomor 9 Tahun 1990 tentang Peningkatan Pembinaan Mutu Posyandu.Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi.

Posyandu adalah suatu wadah komunikasi alih teknologi dalam pelayanan kesehatan masyarakat dari Keluarga Berencana dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat dengan dukungan pelayanan serta pembinaan teknis dari petugas kesehatan dan keluarga berencana.

Untuk mendukung program Pemerintah tersebut, Kelurahan Teluk Sekuni membangunan posyandu. Melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) pada tahun 2010, oleh pihak perempuan melalui Musyawarah Desa Khusus Perempuan (MDKP) yaitu mengusulkan untuk dibangun Posyandu, dan terlaksana dengan nama Posyandu Anggrek.

Sejak berdirinya Posyandu ini rutinitas kegiatan berjalan terus-menerus, sejarah sebelum berdirinya Posyandu ini kegiatan Posyandu telah berjalan, namun dilakukan dengan menumpang di Kantor Kelurahan. Dan dengan dibangunnya Posyandu, kegiatan sudah dapat berjalan sendiri-sendiri.

Salah satu kader Posyandu, Saton mengatakan bahwa banyak manfaatnya kegiatan posyandu ini, sebelumnya sang kader ini mengucapkan terima kasih kepada PNPM-MPd karena dengan program ini telah banyak membantu. Menurut Saton juga bahwa dalam kegiatan posyandu ini kami selalu melaporkan setiap kegiatan yang telah dijalankan, misalnya apabila kegiatan berlangsung di pagi hari, maka saat sore harinya kami harus membuat laporan dan akan diberikan kepada UPT Puskesmas Tambelan.

Ditambahkan lagi oleh Saton, banyak kegiatan-kegiatan rutin yang dilakukan, antara lain Penimbangan Balita yang dilakukakan 1 bulan sekali, Pemberian susu bagi balita yang kurang gizi, pemberian vitamin A dalam 6 bulan sekali kepada balita, penyuluhan dari Puskesman dan BKKBN dan kegiatan untuk Lansia. Selain itu digunakan juga untuk kegiatan-kegiatan lainnya seperti kunjungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan. Banyak sekalii manfaatnya. Ketika ditanya kapan pengurus Posyandu ini dibentuk, Saton memberikan jawaban bahwa Pengurus Posyandu ini sudah terbentuk sejak tahun 2010, dan Ketua dipegang oleh Ibu Nursyariah.

Kemudian saat dijelaskan bahwa prasarana yang dibangun dengan menggunakan dana dari PNPM-MPd dan harus dirawat dan dilestarikan, Saton memberikan jawaban bahwa segala biaya yang timbul dalam kegiatan Posyandu ini ditanggung oleh pihak Kelurahan begitu juga dengan perawatan, namun kami sebagai kader turut juga menjaga kelestariannya.

Dengan PNPM-MPd ini, kami terasa benar akan manfaatnya Program ini, dan Saton juga mengakui bahwa turut serta dalam kegiatan Simpan Pinjam Kelompok Perempuan.

Harapan kami PNPM-MPd tetap berjalan terus, karena manfaatnya begitu terasa dan langsung menyentuh masyarakat.

Selanjutnya......

PAUD ANGGREK SEKUNI

Di tahun 2008, Kelurahan Teluk Sekuni mendirikan sekolah anak usia dini yang diberi nama PAUD Anggrek, tepat berdirinya pada tanggal 1 April 2008. Lokasi belajar pertama kali adalah dengan menumpang di di samping kantor Kelurahan Teluk Sekuni. Awal berdiri, PAUD Anggrek sudah memiliki siswa sebanyak 45 orang. Kemudian PAUD Anggrek ini berpindah ke Gedung P3DK yang terletak di depan Kantor Lurah.

Pada tahun 2011, Kelurahan Teluk Sekuni mengajukan Program PNPM-MPd untuk pembangunan Gedung PAUD dan mendapatkan prioritas dan ditetapkan mendapatkan bantuan dana PNPM-PMd untuk Kegiatan Pembangunan Gedung PAUD.

Dan pada tahun 2012, Gedung PAUD sudah dapat ditempati oleh para murid-murid dan guru, dengan penuh haru dan senang hati para pengajar yang berjumlah 6 orang, merasakan bahwa program PNPM-MPd sangat membantu.

Proses belajar mengajar di PAUD Anggrek dari Hari Senin sampai dengan hari Jum’at, dan dengan total 15 jam perminggu. Disela-sela mengajar, ketika ditanya tentang apa tanggapan atas Program PNPM-MPd, Kepala Sekolah PAUD Anggrek Leni Suviani menjawab ‘alhamdulillah dengan adanya program PNPM-MPd kami bisa memiliki bangunan yang sangat bagus, kami sangat bersyukur dan berterima kasih sekali.

Ketika ditanya kembali apa harapan akan Program PNPM-MPd ini untuk masa hadapan, dengan penuh harapan Ibu Leni berkata ‘semoga PNPM-MPd ini tetap berlangsung terus menerus dan kelurahan kami mendapat perhatian dimasa mendatang.

PAUD Anggrek ini sepenuhnya menjadi tanggungjawab Kelurahan, dan sebagai Tim Pemelihara ditunjuk Ibu Leni sebagai Ketua. Disinggung tentang bagaimana pemeliharaan gedung ini karena PNPM-MPd tidak memberikan bantuan lagi, dengan senyum manisnya Ibu Leni menjawab bahwa untuk pemeliharaan selain dari bantuan Kelurahan juga diambil dari iuran para siswa-siswi yang belajar di PAUD ini.

Gedung PAUD yang dibangun ini juga merupakan salah satu gedung PAUD yang terbaik yang ada di Kecamatan Tambelan. Sampai saat ini jumlah siswa sejak didirikan tidak mengalami penurunan. Saat ini jumlah siswa sebanyak 50 orang.

Akhir pertemuan singkat dengan Ibu Leni ini, terbersit sedikit harapan semoga PNPM-MPd ini jangan sampai berhenti karena benar-benar membantu masyarakat.

Selanjutnya......

PANTANG MENYERAH

Tidak ada kata menyerah untuk berusaha, meskipun harus membanting tulang, umur bukan menjadi halangan guna mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sosok yang tergambar seperti ini tercipta dari seorang wanita setengah tua, yaitu Sajariah, meskipun telah berumur 60 tahun, namun tetap gigih berusaha mencari nafkah untuk, dimana sang suami tercinta saat ini dalam kondisi kurang sehat.

Ibu Sajariah ini adalah salah satu pemanfaat dari Program PNPM-MPd yaitu dari Kelompok Simpan Pinjan Khusus Perempuan (SPKP). Diceritakan dengan lugas ketiak ditanya bagaimana awal mulanya mengajukan pinjaman, dimulai dari kemauan sendiri untuk mengembangkan usaha ‘warung’ kecil-kecilan dirumah. Sejak tahun 2008 ketika PNPM-MPd masuk di Kecamatan Tambelan, sang ibu ini sudah mulai tertarik dengan Program SPKP, dengan kemauan sendiri tadi, maka bergabunglah dengan kelompok SPKP Teratai, yang beralamat di Desa Kampung Hilir, RT. VII RW. II. Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau

Awal pinjaman, ibu Sajariah mengajukan pinjaman berjumlah 5 juta, untuk pengembangan usaha warung tadi ditambah dengan usaha pembuatan kerupuk ikan. Untuk pengembangan kerupuk ikan, ibu Sajariah tidak membuka secara khusus akan tetapi bila ada pesanan, dan menurutnya ada juga pesanan-pesanan dari luar kota untuk kerupuk ikan buatannya ini. Pinjaman pertama ini tidak memberatkan, dan dapat dibayar sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan tanpa ada tunggakan. Merasa sangat terbantu, Ibu Sajariah kembali mengajukan pinjaman bersama kelompok dengan jumlah yang sama, dan juga digunakan untuk usaha yang sama.

Pinjaman Ibu Sajariah saat ini sudah memasuki pinjaman ke-5, dan pinjaman terbesarnya adalah 15 juta yang diajukan pada tahun 2013 ini. Ketika ditanya bagaimana manfaat yang didapat dari Program SPKP ini, ibu Sajariah mengucapkan syukur dan rasa bahagianya, bahwa sejak beliau meminjam, usahanya tetap berjalan dan perlahan-lahan dapat menambah sedikit-sedikit bangunan rumah dari hasil usahanya itu.

Ibu Sajariah pantang menyerah, untuk mengembangkan usahanya ini, Ibu Sajariah membuka kios di pelabuhan Tambelan yang dikelola oleh perhubungan, dari kios ini usaha Ibu Sajariah semakin maju, dikarenakan usaha dipelabuhan ini cukup banyak mendatangkan hasil mengingat, kapal perintis dari Tambelan ke Tanjungpinang atau sebaliknya, bersandar untuk waktu yang cukup lama, dan banyak para penumpang yang turun untuk sekedar menikmati kopi atau makan di kios ibu Sajariah ini. Dan di sore hari, ramai kegiatan yang dilakukan di daerah pelabuhan ini.

Diceritakan juga oleh Ibu Sajariah, bahwa saat ini, dari usahanya itu, pelan-pelan ibu Sajariah ini membantu mengembangkan usaha bengkel yang dikelola anaknya. Ketika anaknya mengajukan untuk menjadi anggota supaya dapat pinjaman, ibu Sajariah menahan kemauan anaknya dengan berpikiran, biar dia yang tetap meminjam, nanti dari pinjaman itu usaha tetap berjalan dan bengkel juga tetap jalan. Sungguh pemikiran yang bijaksana diusia yang sudah memasuki 60 puluh ini. Dan angsuran pinjaman akan dibayar berdua kerja sama antara ibu dan anak.

Ibu Sajariah juga menceritakan, bahwa selama pinjaman sampai sekarang ini, angsuran tidak pernah menunggak. Dan ketika ditanya apa sudah pernah mendapat bonus, Ibu Sajariah menjawab bahwa belum pernah mendapatkan bonus dari pembayaran yang tepat waktu itu. Ketika dijelaskan kenapa belum ada bonus saat itu, ibu Sajariah mengerti, dan berusaha akan tetap terus memenuhi angsuran tanpa tunggakan.

Terbersit juga dipikiran Ibu Sajariah mengharapkan Program PNPM-MPd khususnya SPKP ini tetap berjalan terus menerus, mengingat telah cukup banyak membantunya dalam pengembangan usahanya dan juga keluarga.

Patut kita contohi kemauan sang Ibu Jariah, meskipun sudah dapat dikatakan cukup berumur, tapi kemauan, dan niat untuk mengembangkan usaha begitu gigih dan masih tetap memperhatikan dan mendidik anak. Semoga apa yang diharapkan Ibu Sajariah tercapai.

Selanjutnya......

BLOG NAZARUDDIN

Bukan latah, bukan pula mencari sensasi, tetapi melihat tingkah laku mereka, rasa mual perut. Hanya perang argumen, perang pembelaan, perang kata-kata yang tidak ada habisnya.

Nazaruddin mendadak top saat ini, siaran tv terus mengikuti perkembangan Nazarudin, ditambah lagi dengan isu sms yang ditujukan untuk Sang Presiden.

Blog http://nazaruddin78.blogspot.com yang berisikan testimoni semakin memberi warna, dari profil yang aktif sejak Mei 2011, telah mendapatkan banyak respon, lebih kurang 500 responden, dan mungkin akan semakin terus bertambah. Benar atau tidak blog itu milik Nazaruddin, klik link ini.


Tapi inilah yang terjadi dan sering terjadi, akan terus perang argumen. Yang diminta bukan ini, tapi bukti...bukti dan nyali. Apa Nazaruddin punya nyali melawan Mahkamah Konstitusi. Berbicara didepan pers, dilihat masyarakat Indonesia, dan yang tidak hanya berkata..bohong itu...bohong itu...seperti ketika di konfrontir dengan Sekjen MK melalui siaran langsung Metro TV via telpon.

Nazaruddin, 33 tahun, tunjukkan semangat dan tekadmu, benar katakan benar, jangan takut untuk bersuara lantang biarpun harus melawan sang ”Penguasa” negeri ini.

Karena banyak-nya koment dan pendapat tentang testemoni di blog ini dan kemungkinan tiba-tiba menghilang, isi testimoni dicopy seperti apa yang ditulis di blog.

testimoni muhammad nazaruddin


Senin, 30 Mei 2011


Bertepuk Tanganlah Partai Lain (Testimoni 1)

Saya Muhammad Nazaruddin, Anggota DPR RI Komisi VII, Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, saat ini masih menjabat Benhadara Fraksi Partai Demokrat. Saya bukanlah penulis, namun pembusukan karakter terhadap diri saya belakangan yang tak berkira membuat saya memanfaatkan media sosial menuliskan testimoni.

Dalam testimoni pertama ini, ingin saya tegaskan bahwa apa yang menimpa Partai Demokrat hari ini, telah membuat partai lain bersorak. Merekalah sesungguhnya diuntungkan.

Teriakan pertama meraka bisa jadi: rasain Partai Demokrat.

Dalam gurauan sesama anggota DPR RI, saya pernah mendengar selentingan, jika ingin menghancurkan partai, maka bidiklah Bendahara Umumnya.

Maka tak berlebihan setelah saya mengalami tudingan bertubi-tubi, menjadi terang benderang bahwa segalanya ini memang menjadi sebuah skenario yang sudah direncanakan.

Skenario pertama: memojokkan diri saya dituding memperkosa SPG. Perihal ini secara hukum tidak terbukti. Bagaiman saya memperkosa bila kamar yang saya tempati ketika Munas Partai Demokrat, juga diisi oleh staf saya, dan ruang rapatnya menjadi bagian pertemuan informal meeting-meeting Munas. Indikasi mengirim SPG ke kamar saya menawarkan jasa, sudah menjadi sebuah skenario karangan cerita, pada 2010 lalu.


Lepas dari tudingan memperkosa, ada momentum menghajar saya bermasalah di bisnis batubara. Sementara keterlibatan saya hanya memediasi seseorang yang butuh modal kerja ke sosok pemilik modal yang ingin mengusahakan uangnya bergulir dalam jangka pendek. Begitu pihak yang ditolong tak mampu mengembalikan uang, nama saya dibawa-bawa. Bukankah sosok yang bermsalah tidak perfom yang harus diusut? Jsuteru akses dan kepercayaan saya menjadi rusak di mata relasi.


Berikut kasus Sesmenpora, sebagaimana sudah saya sampaikan, hukum bisa membuktikan apakah benar saya menjadi bagian: bukankah Kementrian Negara Olahraga itu bisa diusut oleh KPK siapa dalang dan pelaku penyogokan, biarlah ranah hukum yang membuktikan.


Sedangkan isu pengembalian uang oleh Sekjen MK, perihal ini isapan jempol belaka. Sebagaimana hari ini pukul 17 saya sampaikan kepada pemirsa Metro TV, bahkan saya dikonfrontir dengan Sekjen MK, saya sampaikan apakah masuk akal pengembalian uang ke Satpam, lalu uang dihitung dan Satpam diam saja. Padahal di tanggal dan jam yangd imaksud saya ada di dalam rumah. Logikanya Stapam manapun pasti memberi tahu majikan ada uang besar diantar.


Bagi saya Mahfud MD dan Sekjen MK, telah melakukan pembohongan publik. Mereka membuat skenario perusakan nama baik saya. Karenanya saya katakan saya akan melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.

Dan berikutnya hal yang tak masuk akal, pencekalan terhadap diri saya, yang masih anggota DPR-RI aktif dengan begitu cepat, tanpa proses hukum, tak pelak lagi sebagai puncak benang merah bagian skenario penghancuran kredibilitas saya.

Maka dengan singkat saya katakan bahwa semua isapan jempol ini sudah menjadi bagian perusakan dan penghancuran Partai Demokrat melalui cara menembak secara amat kasar dan keji diri saya.


Oleh sebab itu dalam waktu dekat saya akan membuka diri; termasuk melakukan live chatting dengan semua komunitas online, media alternatif di Indonesia, untuk menyampaikan apa yang sesungguhnya terjadi dari sudut pandang saya.

Akhir kata, goresan tulisan ini bukanlah sebuah pembelaan. tetapi sebagai sebuah catatan, yang layak dan wajar saya tuliskan. Khususnya kepada media yang bekerja profesional, saya hanya bisa menghimbau verifikasilah semua ini, agar publik tidak dibodohi, agar publik juga paham apa yang disebut sebuah fakta kebenaran.


Selanjutnya......

Tinggalkan Jejak

 

Pengunjung

Ikut Donk......

Tukaran link ....



Silahkan Copy Kode Dibawah Gambar Untuk Tukar Link


Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Bintan Island Blogger Community

Tg.Pinang--Kepulauan Riau