MAD TUTUP BUKU 2016 KECAMATAN TAMBELAN TIDAK TRANSPARAN

Musyawarah Antar Desa (MAD) Tutup Buku Tahun 2016 Kecamatan Tambelan dilaksanakan pada tanggal 10 Januari 2017 bertempat di Aula Kantor Kecamatan Tambelan. MAD Tutup Buku Tahun 2016 ini adalah pelaksanaan yang ke-2 setelah PNPM-MPd dihentikan oleh Pemerintahan Presiden Jokowi pada akhir tahun 2014. Namun Pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi memberikan Panduan Penataan dan Perlindungan Kegiatan Permodalan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) melalui Suratnya tertanggal 27 Maret 2015, yang juga mengatur tentang Pelaksanaan MAD.

Pelaksanaan MAD Tutup Buku Tahun 2016 di Kecamatan Tambelan dihadiri oleh Camat yang sekaligus membuka acara, Kelembagaan (BKAD, BP, UPK, Tim Verifikasi, Tim Pendanaan), Perwakilan Desa (Kepala Desa/yang mewakili), Kelompok SPKP (perwakilan 2 orang), ada rasa janggal bagi saya, dari peserta yang hadir saya tidak melihat perwakilan BPD dan Perwakilan Lembaga Kemasyarakatan (LPM) masing-masing desa juga tokoh masyarakat, apa mereka di undang atau tidak. Badan Kerjasama Desa (BKD) tidak ada, untuk yang ini saya tidak mendapatkan informasi yang jelas apakah sudah terbentuk masing-masing desa atau belum. (Referensi yang menurut saya cukup jelas tentang peran BKD sampai terbentuknya BKAD ini dapat dibaca tulisan oleh Arif Indra Setyadi, SH, MKn (Anggota Tim Perumus Penataan Kelembagaan BKAD Kecamatan Kedungbanteng) dengan judul Aspek Hukum Penataan Kelembagaan Badan Kerjasama Antar Desa Pasca Berlakunya Undang-Undang Desa Spirit Desa Membangun). Hal ini cukup menjadi perhatian, karena BKAD Kecamatan Tambelan pasca berakhirnya PNPM-MPd di kukuhkan melalui MAD pada tahun 2015 dengan masa tugas 3 tahun, dan ini berarti tahun 2017 adalah masa akhir tugas Kelembagaan BKAD.

Kembali kepada MAD Tutup Buku Tahun 2016, kejanggalan makin saya rasakan ketika pembawa acara membacakan susunan acara, yang didalamnya tidak tercantum Laporan Pertanggungjawaban Penggunaan Dana Oleh UPK untuk Tahun 2016, Laporan Penggunaan Dana Surplus Kelembagaan Tahun 2016 baik oleh BP atau pun BKAD yang mana didalam Laporan Tutup Buku Tahun 2016 Alokasi surplus tahun lalu (2015) semua teralisasikan. Namun yang dibacakan hanya Rekapitulasi Perguliran SPKP.

Semakin menampakkan kejanggalan ketika sesi umpan balik/tanya jawab, salah satu peserta menanyakan Laporan Keuangan UPK dan meminta dibacakan di forum, namun tidak dapat dipenuhi oleh UPK, dan salah satu perserta rapat yang termasuk dalam Tim Verifikasi mengatakan bahwa untuk melihat Laporan UPK datanglah ke kantor UPK. Hal ini aneh bagi saya, karena tidak ada TRANSPARANSI & AKUNTABILITAS penggunaan dana, padahal yang dikelola adalah dana masyarakat (Pemerintah Desa), sangat disayangkan sekali ini terjadi mengingat Program PNPM-MPd selalu mengedepankan prinsip Tranparansi & akuntabilitas, yang terjadi justru sebaliknya, padahal yang duduk di kelembagaan adalah orang-orang yang telah lama berkecimpung di PNPM-MPd.

Sangat aneh bagi saya, BKAD didalam forum MAD ini tidak memberikan Laporan Penggunaan Dana Surplus Kelembagaan Tahun 2015 dan juga Laporan Pertanggungjawaban UPK, ini berbanding terbalik ketika Ketua BKAD bicara di salah satu media online, mengatakan bahwa Pembangunan Pasar di Tambelan tidak transparan dan perlu di audit, justru menurut saya Kelembagaan BKAD dan UPK ini yang perlu di audit mengingat tidak ada Laporan yang disampaikan dalam MAD Tutup Buku ini.

Sampai akhir pembahasan MAD Tutup Buku ini, peserta tidak mendapatkan Lembaran Laporan Pertangungjawaban Penggunaan Dana oleh UPK, Laporan Pertanggungjawaban Penggunaan Dana Surplus Kelembagaan Tahun 2015, hanya diberikan Lembaran Laporan Perubahan Modal, pembahasan hanya mencakup seputar permasalahan perguliran SPKP, dan Penggunaan Dana Surplus Tahun 2016 untuk kegiatan Sosial, namun Rencana Penggunaan Dana Surplus untuk Kelembagaan dan Pengembangan Kapasitas di Tahun 2017 tidak disampaikan dalam MAD Tutup Buku ini.

Akhirnya, saya hanya bisa mengelus dada. Inilah yang terjadi pasca PNPM-MPd berakhir, entahlah di tempat lain terjadi hal yang sama atau tidak, namun semangat transparansi tetap di junjung tinggi. SALAM KOMPAK SELALU !

Selanjutnya......

UDANG DIBALIK BATU

Ganjul berjalan tergopoh-gopoh menuju kedai Mak Yus yang saat itu sedang ramai. Ganjul meminta secangkir kopi pahit. Orang-orang yang berada di dalam kedai, terheran-heran melihat Ganjul, baju basah oleh keringat.
“Ade ape Ganjul” tanya Pak Alang.
“Sebentar dulu Pak Alang, aku hirup kopi Mak Yus ini dulu, nanti aku cerite” Setelah menghirup beberapa teguk. Ganjul melihat orang-orang di kedai, dan mulai bercerite.
“Aku tadi lihat si Sikam, Kepala Keamanan kite, lagi cari si Tokan, tak tau ape sebabnye”
“Tokan kan tu budak besar panjang yang punye proyek bangun jembatan kite tu kan” kate Pak Alang.
“Iyelah..siape lagi” balas Ganjul.


“Ade yang tak kene lah tu....” menyahut pulak Andak dari dalam kedai.
“Aku lihat tadi muke Sikam macam nak makan orang, ngerii..” Ganjul melanjutkan cerite. “Tak liat kiri kanan lagi, langsung die pergi ke tempat Proyek tu”.
‘Tapi setau aku, si Tokan itu tak de di situ, die pergi ke luar kota, nak beli barang bangunan untuk bangun Jembatan itu” kate Andak.
“Eh..ndak..kau tau dari mane..” sanggah Barak pulak.
“Taulah aku, kan kemarin ade kapal datang” balas Andak
“Iye tak iye pulak...” kate Barak lagi.
“Terus ape lagi Njul” tanye Muspin pulak
“Aku liat Sikam, bercakap-cakap dengan beberapa orang di dekat Proyek itu, tangan die dah macam orang baca puisi, nunjuk sana sini, yang lain hanya menganggguk-angguk”
“Aku rasa ade yang tak kene, kite liat dalam beberapa hari ini, aku yakin pasti ade yang disuruh datang ke Markas si Sikam ini” sahut Bintih.
“Betul kate kau Bintih, kite lihat, jangan lupa kasi tau bile ade perkembangan” tambah Samsir.
“Mak Yus, aku utang dulu ya Mak, secawan kopi aje” pinta Ganjul ke Mak Yus.
“Kau ni Njul, sikit-sikit utang, kalau tak bayar, awas kau nanti” balas Mak Yus.
Beberap hari kemudian gemparlah seisi kampung, telah ade beberapa orang yang keluar masuk di Markas si Sikam. Tak tau ape sebabnya. Orang-orang kampung hanya menduga-duga. Sebulan dua bulan tak ade kaber berite, sunyi sepi senyap.

Selanjutnya......

PROGRAM PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN SDM DI DESA

Program pemerintah yang di prakarsai Pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) bekerjasama dengan UI ( Universitas Indonesia ), ILEAD ( Institute Of Leadership Development ), Prakarsa Desa, Desa Broadband Terpadu, memberikan program pelatihan Kepada Pendamping dan Kader didesa untuk wilayah Kepulauan Riau, dan yang mendapatkan program ini untuk wilayah Kepri adalah Kelurahan Tanjung Sari Kecamatan Belakang Padang-Kota Batam dan Desa Kampung Hilir, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan


Program pelatihan ini berlangsung selama 5 hari dimulai dari tanggal 17-21 November 2015) bertempat di Nagoya Plaza Hotel Batam dengan diisi oleh nara sumber Tim Pusat (Kominfo dan UI) dan Pemerintah Daerah.

Materi yang diberikan antara lain Infrastruktur Desa Broadband, Aplikasi Desa Broadband, Pemanfaatan IT bagi pembangunan, Praktek Aplikasi Desa Broadband, Teknik Dokumentasi, Jurnalisme Desa, Praktek Penulisan Pusat Inovasi Masyarakat dan Musyawarah Desa.

Dari Program pelatihan yang diberikan ini diharapkan para pendamping desa dan kader desa dapat mengembangkan program untuk kepentingan desa dan juga masyarakat, sehingga desa dapat lebih dikenal.

Klik link DESA untuk melihat situs Broadband desa.

Selanjutnya......

SUNATAN MASSAL

Pagi Minggu itu suara riuh anak-anak memenuhi tenda di halaman parkir Puskesmas Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Tidak ada tampak wajah tegang, semuanya tersenyum senang. Didampingi orang tuanya anak-anak tersebut akan mengikuti Sunatan Massal.

Sesuai hasil dari MAD Sosialiasasi Tahun 2014 yang dilaksanakan pada bulan Februari 2014, disepakati bersama Sisa Hasil Usaha (SHU) Tahun 2013 untuk Kegiatan Sosial adalah Sunatan Massal dan Bantuan Bea Siswa untuk Anak-Anak Yatim-Piatu di Kecamatan Tambelan.

Dari SHU tahun 2013, anggaran kegiatan sosial ditetapkan sebesar Rp. 38.001.000,-, dari dana ini akan dilaksanakan Sunatan Massal dan Bantuan Bea Siswa tersebut. Untuk Pelaksanaan kegiatan disusun Panitia Pelaksana dengan melibatkan KPMD dari masing-masing desa, dan KPMD segera bergerak mencari data anak yang akan ikut Sunatan Massal juga anak Yatim Piatu yang akan mendapatkan bantuan Bea Siswa.

Setelah melalui perundingan dengan pihak Puskesmas disepakati kegiatan Sunatan Massal ini dilaksanakan pada pagi hari Minggu tanggal 15 Juni 2014.

Tepat tanggal 15 Juni 2014, KPMD mulai bertugas sesuai dengan tugas masing-masing yang telah disepakati dalam Rapat Panitia, pihak Puskemas membagi 5 ruang untuk proses Sunatan Massal.

Sekretaris Camat Kec. Tambelan, Bpk. Assun Ani, S.Sos membuka kegiatan ini, dan dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program PNPM Mandiri Perdesaan berjalan baik di Kecamatan Tambelan dan terlihat hasilnya, salah satunya adalah Kegiatan Sosial ini.

Hadir juga Ketua BKAD Kec. Tambelan Bpk. Leo Ananda yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan kesepakatan yang telah ditetapkan di MAD, dan sesuai dengan asas DOUM (Dari Oleh Untuk Masyarakat).

Satu persatu anak yang berjumlah 28 orang dipanggil untuk masuk ruangan, meskipun dilaksanakan di Puskemas, kepercayaan masyarakat tetap dijunjung, ada beberapa peserta yang orang tuanya tetap menginginkan kepercayaan mereka dilaksanakan, selain membawa peralatannya, juga membunyikan petasan.

Dari pagi hingga siang hari Kegiatan ini berjalan dengan sukses dan lancar. Peserta Sunatan Massal juga mendapatkan Kain Sarung, Baju Koko dan Kopiah yang dibungkus rapi dengan logo PNPM Mandiri Perdesaan di tas yang dibawanya.

Selanjutnya......

JEMBATAN LANCANG

Jembatan Lancang tidak mengartikan yang seburuk dari kata Lancang, Lancang sendiri itu merupakan tempat atau wilayah dari Keluruhan Teluk Sekuni Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan. Di Wilayah Lancang banyak terdapat perkebunan masyarakat yang tinggal di Kecamatan Tambelan, salah satunya adalah perkebunan cengkeh, selain itu terdapat jalur aliran pipa air yang menuju wilayah Kelurahan Teluk Sekuni, aliran pipa air ini awalnya adalah dari Pembangunan PNPM-MPd tahun 2008, kemudian di kembangkan Pemerintah Kelurahan dengan dana bantuan Pemerintah Daerah yang pengelolaannya berhasil sampai sekarang.


Mengingat kebutuhan masyarakat serta untuk mempermudah perjalanan masyarakat menuju perkebunan, Pemerintah Kelurahan Teluk Sekuni mengajukan usulan di Musyawarah Antar Desa (MAD Prioritas Usulan) untuk Pembangunan Jembatan Lancang di tahun 2013, usulan ini mendapatkan Prioritas, ditetapkan Pendanaan melalui MAD Penetapan, dengan anggaran Pembangunan Jembatan Lancang sebesar Rp. 290.633.000,- dan swadaya masyarakat sebesar Rp. 4.169.000,-

Pembangunan Jembatan Lancang ini tidaklah mudah, karena letaknya cukup jauh, maka harus menggunakan perahu motor laut untuk mengangkut barang/bahan. Selain itu masyarakat juga harus turun ke rawa-rawa untuk memasang pancang dan juga berendam di laut. Tetapi karena gigih dan niat untuk membangun desa, itu tidak menjadi halangan.

Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Kelurahan Teluk Sekuni, yang merupakan satu-satunya Ketua TPK dari kalangan perempuan di Kecamatan Tambelan, Siti Atikah selalu memantau perkembangan pekerjaan di lapangan, selalu ada di lapangan dan siap menanggung resiko termasuk mencari dana dari pihak ketiga apabila pencairan dana dari PNPM-MP terlambat.

Ketua TPK selalu konfirmasi dengan Fasilitator dalam pelaksanaan kegiatan, selain memberikan laporan kegiatan juga konfirmasi untuk kelengkapan administrasi apa yang harus dipersiapkan untuk mempertanggungjawabkan penggunaan dana kepada masyarakat.

Hasil pembangunan Jembatan Lancang ini sangat memuaskan masyarakat, hal ini terbukti dari antusiasnya masyarakat mengikuti Musyawarah Pertanggungjawaban untuk mengetahui sejauh mana perkembangan pembangunan, dan akhir dari kegiatan ini telah dilakukan Musyawarah Desa Serah Terima (MDST) yang diterima oleh masyarakat.

Selanjutnya......

POSYANDU ANGGREK SEINDAH ANGGREK

Untuk mempercepat terwujudnya masyarakat sehat, yang merupakan bagian dari kesejahteraaan umum seperti yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945, Departemen Kesehatan pada tahun 1975 menetapkan kebijakan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD). Adapun yang dimaksud dengan PKMD ialah strategi pembangunan kesehatan yang menerapkan prinsip gotong royong dan swadaya masyarakat, dengan tujuan agar mayarakat dapat menolong dirinya sendiri, melalui pengenalan dan penyelesaian masalah kesehatan secara lintas program dan lintas sektor terkait.



Pencanangan Posyandu yang merupakan bentuk baru ini, dilakukan secara massal untuk pertama kali oleh Kepala Negara Republik Indonesia pada tahun 1986 di Yogyakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional. Sejak saat itu Posyandu tumbuh dengan pesat. Pada tahun 1990, terjadi perkembangan yang sangat luar biasa, yakni dengan keluarnya Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmandagri) Nomor 9 Tahun 1990 tentang Peningkatan Pembinaan Mutu Posyandu.Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi.

Posyandu adalah suatu wadah komunikasi alih teknologi dalam pelayanan kesehatan masyarakat dari Keluarga Berencana dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat dengan dukungan pelayanan serta pembinaan teknis dari petugas kesehatan dan keluarga berencana.

Untuk mendukung program Pemerintah tersebut, Kelurahan Teluk Sekuni membangunan posyandu. Melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) pada tahun 2010, oleh pihak perempuan melalui Musyawarah Desa Khusus Perempuan (MDKP) yaitu mengusulkan untuk dibangun Posyandu, dan terlaksana dengan nama Posyandu Anggrek.

Sejak berdirinya Posyandu ini rutinitas kegiatan berjalan terus-menerus, sejarah sebelum berdirinya Posyandu ini kegiatan Posyandu telah berjalan, namun dilakukan dengan menumpang di Kantor Kelurahan. Dan dengan dibangunnya Posyandu, kegiatan sudah dapat berjalan sendiri-sendiri.

Salah satu kader Posyandu, Saton mengatakan bahwa banyak manfaatnya kegiatan posyandu ini, sebelumnya sang kader ini mengucapkan terima kasih kepada PNPM-MPd karena dengan program ini telah banyak membantu. Menurut Saton juga bahwa dalam kegiatan posyandu ini kami selalu melaporkan setiap kegiatan yang telah dijalankan, misalnya apabila kegiatan berlangsung di pagi hari, maka saat sore harinya kami harus membuat laporan dan akan diberikan kepada UPT Puskesmas Tambelan.

Ditambahkan lagi oleh Saton, banyak kegiatan-kegiatan rutin yang dilakukan, antara lain Penimbangan Balita yang dilakukakan 1 bulan sekali, Pemberian susu bagi balita yang kurang gizi, pemberian vitamin A dalam 6 bulan sekali kepada balita, penyuluhan dari Puskesman dan BKKBN dan kegiatan untuk Lansia. Selain itu digunakan juga untuk kegiatan-kegiatan lainnya seperti kunjungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan. Banyak sekalii manfaatnya. Ketika ditanya kapan pengurus Posyandu ini dibentuk, Saton memberikan jawaban bahwa Pengurus Posyandu ini sudah terbentuk sejak tahun 2010, dan Ketua dipegang oleh Ibu Nursyariah.

Kemudian saat dijelaskan bahwa prasarana yang dibangun dengan menggunakan dana dari PNPM-MPd dan harus dirawat dan dilestarikan, Saton memberikan jawaban bahwa segala biaya yang timbul dalam kegiatan Posyandu ini ditanggung oleh pihak Kelurahan begitu juga dengan perawatan, namun kami sebagai kader turut juga menjaga kelestariannya.

Dengan PNPM-MPd ini, kami terasa benar akan manfaatnya Program ini, dan Saton juga mengakui bahwa turut serta dalam kegiatan Simpan Pinjam Kelompok Perempuan.

Harapan kami PNPM-MPd tetap berjalan terus, karena manfaatnya begitu terasa dan langsung menyentuh masyarakat.

Selanjutnya......

Tinggalkan Jejak

 

Pengunjung

Ikut Donk......

Tukaran link ....



Silahkan Copy Kode Dibawah Gambar Untuk Tukar Link


Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Bintan Island Blogger Community

Tg.Pinang--Kepulauan Riau