PELAJAR SMU DIPECAT GARA-GARA FACEBOOK

Facebook (FB) salah satu jejaringan sosial yang banyak digemari, di Indonesia mungkin sudah diatas belasan juta pengguna FB, dan pemakainya pun dari berbagai kalangan, dari ABG sampai orang tua, tetapi jangan sampai kemajuan teknologi ini menjerat diri sendiri. Inilah yang dialami oleh siswa Sekolah Menengah Umum atau SMA di Tanjungpinang. Karena “curahan” di FB yang telah menyinggung seseorang guru akhirnya siswa tersebut dipecat alias dikeluarkan. Dari informasi yang beredar, keputusan mengeluarkan siswa tersebut diamini oleh Diknas bersangkutan.


Sekolah tempat mendidik anak menjadi insan yang berguna, membentuk akhlak siswa. Pemecatan langsung dapat memberikan efek ketidaknyamanan bersekolah. Dari kasus ini terlihat akhlak atau budi pekerti siswa sangat rendah, rasa hormat kepada guru tidak ada, dan kemajuan teknologi juga harus cepat di tanggapi oleh guru. FB bukan barang baru, seharusnya guru Informasi Teknologi (Guru Komputer) harus memahami ini, dan memberikan pemahaman kepada siswa penggunaan FB ini dan jeratan hukum yang akan didapat bila salah menggunakan teknologi informasi.

Akan tetapi, Pemerintah atau instansi (Dewan Pendidikan) atau Dewan sekalipun jangan tinggal diam, walau bagaimanapun keputusan memecat siswa harus dengan alasan yang jelas. Kasus ini harus diproses, tinjau ulang keputusan yang dikeluarkan mungkin perlu, dan guru yang merasa “terhina”, berikut Kepala Sekolah dan Kepala Dinas terkait, dipanggil untuk diminta kejelasannya dan tanggungjawabnya, apabila ada kesalahan pengambilan keputusan harus maka sanksi dapat diberikan dan apabila kesalahan terdapat pada siswa maka keputusan yang diambil dapat dibilang tepat.

Selanjutnya......

KEMBALIAN PAKAI PERMEN

Tahun 2009 yang lalu, saya pernah menulis di blog tentang kembalian dengan permen di beberapa swalayan di Kota Tanjungpinang dan sampai saat ini masih tetap tersimpan permen di kasir saat akan membayar sebagai pengganti pecahan Rp.25,- Rp.50, Rp. 100,- dan Rp. 500,- ada yang bertanya lebih dulu mau dikembalikan dengan permen dan ada yang tidak.

Disalah satu harian media surat kabar, pernah warga Tanjungpinang mempertanyakan masalah ini melalui media sms kepada Walikota Tanjungpinang, namun jawaban yang diberikan sangat mengecewakan dengan mengatakan bahwa, apabila saat akan membayar kasir akan menanyakan dikembalikan dengan permen atau tidak, semoga yang menjawab ini bukan seorang Walikota tetapi hanya seorang assisten atau bagian lain.


Dan sekali lagi soal pengembalian pakai permen ini mengemuka disalah satu media surat kabar di Kota Tanjungpinang, dan yang berbicara ini adalah seorang wakil rakyat yang katanya pernah dikembalikan dengan permen. Dan pengembalian dengan permen jelas-jelas melanggar Undang-Undang, karena pertukaran yang sah hanya dengan menggunakan uang.

Jadi mari ditunggu langkah konkrit dari Pemerintah Kota Tanjungpinang beserta para wakil rakyat untuk menindak swalayan-swalayan yang mengembalikan pembayaran dengan menggunakan permen dan bukan hanya obrolan di media.

Selanjutnya......

Tinggalkan Jejak

 

Pengunjung

Ikut Donk......

Tukaran link ....



Silahkan Copy Kode Dibawah Gambar Untuk Tukar Link


Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Bintan Island Blogger Community

Tg.Pinang--Kepulauan Riau