DUIT PERMEN

Sudah 5 (lima) swalayan di Tanjungpinang aku berbelanja, bila dilihat di label harga yang tertera di barang yang akan dibeli tersenyum sendiri aku, harga barang yang tertera sering disertai dengan pecahan terkecil yang diakhiri dengan angka Rp.50,- atau Rp.25,- dan pecahan kecil lainnya. Setelah selesai ambil barang saatnya bayar dikasir, setelah di itung dikasir, selalu terlihat ada permen terselip dalam mesin, nah ini yang jadi permasalahan, pecahan kecil pengembalian sering ditawari dengan permen, yang lebih dashyat lagi, tanpa basa-basi langsung mengembalikan dengan permen, untuk sisa pengembalian Rp. 100,- bahkan sampai Rp.500,-. Mungkin ada strategi tertentu swalayan meraih keuntungan dengan memberikan label harga dengan pecahan kecil.

Jadi kalau dipikir-pikir, pembuat uang di negara Republik Indonesia ini ada 2, yang diakui dan resmi yaitu Perum Percetakan Uang RI dan yang tidak diakui adalah swalayan. Perum Percetakan Uang RI sebagai pembuat uang resmi Indonesia yang sangat ketat dalam proses pembuatan, kalah sekelip mata dengan permen. Pecahan Rp.100,- rupiah bisa diganti dengan permen, bahkan pecahan Rp.500,- rupiah di ganti dengan permen bervitamin-C. Seolah-olah tidak ada harganya uang dengan pecahan kecil tersebut.

Perlu ditanyakan kepada Bank Indonesia apa tindakan yang telah diambil, pecahan uang negara bisa diganti dengan sebuah permen biarpun hanya pecahan kecil. Kalau hal seperti ini berjalan terus, tidak ada aksi, bisa tercoreng mata uang rupiah kita, apalagi Kota Tanjungpinang bahkan Provinsi Kepulauan Riau yang berdekatan dengan negara Singapore dan Malaysia. Pengembalian belanja di swalayan dibayar dengan permen. Dan sudah pasti swalayan tidak mahu bila dibayar dengan permen, padahal permen yang diberikan adalah permen hasil kembalian belanja dari swalayan itu.

Jadi selain melakukan razia kadaluarsa makanan oleh pemerintah, harusnya pemerintah juga merazia seluruh kasir yang ada dalam swalayan tersebut, jangan sampai ada permen yang tersimpan. Atau menangkap basah pengembalian yang dibayar dengan permen. Bila didiamkan atau pura-pura tidak tahu atau kate orang kite selambe saje sama saja merestui berlakunya mata uang negara RI yang baru yaitu permen. Mulai sekarang marilah kita bersama-sama menjaga marwah Mata Uang Negara RI dengan menyatakan TIDAK atau NO pengembalian duit belanja dengan permen. (BoTHe)

Komentar

  1. PertamaXXxxxxXXX........
    ini salah satu cara untuk jual produk dgn tambahan p0roduk lain... hihihi...
    klu diliat murah,,, eh rupanya diblikin sma permen .. itu sama jaa dgn... ????
    ayo apa>>>?????

    BalasHapus
  2. sorry bro baru bisa dibalas...salam kenal aja ....

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PANTUN UNTUK ACARA PERKAWINAN ADAT MELAYU

PANTUN TEPUNG TAWAR

MIE REBUS, MIE KUAH ATAU MIE LENDIR