GUNUNG BINTAN

Hari minggu itu, diriku, anakku beserta rekan-rekan tim Outbound Blue Corner mendaki Gunung Bintan. Gunung Bintan ini satu-satunya gunung yang terletak di Pulau Bintan. Tepatnya terletak di Kampung Bekapur, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan. Gunung Bintan ini mirip dengan bukit, karena ketinggiannya sekitar 400 mdpl. Untuk mencapai puncaknya dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 2 jam.

Gunung Bintan ini bila dilihat dari kejauhan terdiri dari 2 puncak, dari salah satu puncak itu, dapat terlihat pemandangan Kota yang sangat indah sekali.
Pendakian ini adalah yang pertama bagiku, setelah sekian lama tinggal di Tanjungpinang, namun pengalaman mendaki gunung sudah lumayan, karena semasa kuliah dulu diriku tergabung dalam Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Gunadarma (MAPA Gunadarma).


Pendakian ini aku mengikutsertakan anakku yang baru berumur 5,5 tahun, sekedar untuk berkenalan dengan alam dan juga mengikuti jejak sang ayah. Bersama tim Blue Corner (diriku juga salah satu tim dari Blue Corner) pagi itu kami siap untuk berangkat, dan kami juga mengikutsertakan salah satu kuncen yang sudah kami kenal untuk ikut bersama, karena kami juga akan melakukan ziarah ke makam.

Sebelum pendakian menuju puncak, setelah beberapa meter dari Pintu Gerbang akan bertemu dengan air terjun kecil atau bentuknya seperti air mengalir yang deras sekali, jadi untuk yang belum pernah pergi jangan membandingkan air terjun seperti gunung-gunung di Jawa, seperti Cibeurum di Gn. Gede Pangrango atau Curug Ngumpet di Gn. Salak ataupun Curug Sawer di Situgunung-Sukabumi, namun air yang mengalir terasa segar dan nikmat sekali.

Awal pendakian sampai menuju puncak, biarpun hanya beberapa ratus meter, namun terasa sekali, karena jalur yang dilewati cukup terjal, dipasang tali bantuan, apabila mendaki dimusim hujan, jalurnya lumayan licin. Dan aku pun harus menggendong anakku apabila bertemu dengan jalur yang terjal, dan juga dibantu dengan kuncen yang turut menggendong anakku. Sebelum mencapai puncak, ada bonus berupa daerah landai, cocok untuk berkemah/kemping dan tidak jauh dari jalur air yang menurut kuncen dulunya adalah tempat pemandian putri.

Tak terasa 2 jam perjalan sudah terlewati, kami menuju puncak, anakku pun sampai puncak, terlihat kelelahan di wajahnya. Kami menuju puncak yang dapat melihat pemandangan kota, namun sangat disayangkan, dikarenakan berkabut, keindahan kota tidak begitu jelas terlihat.

Setelah istirahat sejenak, kami turun kembali untuk menuju makam. Menurut kuncen ini adalah makam yang tertua, kami pun memanjatkan do’a bersama, setelah itu kami pun turun untuk menuju air terjun. Terasa badan segar sekali, setelah mendaki penuh lelah, disiram dengan dinginnya air gunung.

Tidak lupa aku mencium anakku karena telah berhasil sampai puncak, lalu ikut bersama bermain di air terjun.

Wilayah disekitar di gn. Bintan ini juga dikenal sebagai penghasil durian, juga buah-buahan lainnya. Untuk yang ingin merasakan lezatnya durian dapat berkunjung di antara bulan Juli – Agustus.

Untuk yang berminat ke Gunung Bintan, bermalam di rumah penduduk, ziarah ke makam, dapat menghubungi saya (Bothe) di 0831 8458 1772.

2 komentar:

  1. mantab....tp ngomong2 ganti no lu yah....

    BalasHapus
  2. duh..sapa nih ?? Kagak ganti no, gw pk 2 no, yg lama tetap

    BalasHapus

Tinggalkan Jejak

 

Pengunjung

Ikut Donk......

Tukaran link ....



Silahkan Copy Kode Dibawah Gambar Untuk Tukar Link


Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Bintan Island Blogger Community

Tg.Pinang--Kepulauan Riau