CPNS, SUAP dan TITPAN

Setiap dibuka penerimaan CPNS pasti akan selalu diikuti ramai peserta, dari dalam daerah dan luar daerah, dikarenakan penerimaan CPNS berlaku untuk seluruh warga Indonesia dengan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Berduyun-duyun masyarakat mendaftar sebagai CPNS, mungkin atas kemauan sendiri atau desakan orang tua yang beralasan PNS nantinya akan mendapatkan dana pensiun di hari tua (sungguh menyenangkan).

Penerimaan CPNS ini juga selalu diikuti dengan isu suap-menyuap dan juga titipan. Isu suap menyuap tidak tanggung-tanggung yaitu puluhan juta. Suap puluhan juta tidak masalah, karena dengan usia pensiun nanti kemungkinan semuanya sudah balik modal, namun untuk balik modal tentu diperlukan kinerja yang maksimal, sehingga iman yang goyah, dan silau dengan uang tidak merasa malu untuk korupsi.

Selain dari isu tadi, karena minat untuk menjadi CPNS setinggi langit, semua di lingkungan pemerintahan di kirimkan lamaran, dan ini juga merupakan salah satu peluang bagi CPNS untuk curang, yaitu dengan mengirimkan joki untuk mengikuti di salah satu tempat, beruntung jika salah satu lulus, dan sial apabila lulus di keduanya, dan lebih parah lagi kalau si joki bisa ikut tes, karena pengawasan yang kurang teliti.

Tahun 2009 lalu di Provinsi Kepri yang meluluskan CPNS untuk formasi Pelatih Olahraga mendapat sorotan tajam, karena ada beberapa pelatih yang tidak mempunyai sertifikat nasional dan belum pernah ikut di event resmi (PON dst-nya) diluluskan. Hal ini tentunya akan berpengaruh kepada calon atlit nantinya. Ketidakberhasilan sang atlit, mungkin bukan merupakan masalah utama, karena gaji tetap jalan, jabatan sebagai PNS tidak mungkin di copot. Berbeda dengan pelatih amatir atau profesional, bahwa kesuksesan atlit adalah tolak ukur keberhasilan pelatih.

Di Tahun 2010, kembali lagi, dibeberapa pemerintahan Kota di Kepri menuai protes, karena CPNS lulus di dua pemerintahan. Mahasiswa pun bergerak dengan aksi demo-nya.

Proses kekisruhan ini harus selalu terus dipantau, jika ingin mengungkap setuntas-tuntasnya, terus didampingi dan koordinasi dengan aparat penyidik. Karena lamanya proses ini, bisa-bisa akan hilang dengan sendirinya, diam tanpa bekas, seperti saat ini sejak pengumuman kelulusan di awal bulan Desember 2010 dan sekarang sudah akhir Pebruari 2011 belum ada keputusan yang dikeluarkan. Semoga hal ini tidak hilang dengan sendirinya, dan yang berlaku curang dapat menerima akibatnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PANTUN UNTUK ACARA PERKAWINAN ADAT MELAYU

PANTUN TEPUNG TAWAR

MIE REBUS, MIE KUAH ATAU MIE LENDIR